Sabtu, 21 Februari 2015

A Piece of My Effort Story to Reach My Big Dream

https://d1u1p2xjjiahg3.cloudfront.net/1f8cb566-44d0-4e4e-a057-76ff03a45d4c.jpg
banyak pemimpi yang aealnya ditertawakan sampai dibilang gila. Semua akan bungkam setelah melihat mimpi mereka jadi kenyataan.



Hi Blog Readers semuanya! 
Kali ini aku ingin membahas mengenai persiapanku untuk mengejar mimpi kuliah di luar negeri. Yaps, sedari masa sekolah dulu, entah mengapa aku mempunyai keinginan yang begitu besar untuk meneruskan pendidikan di luar negeri. Berbagai jalan menuju Roma sudah aku tempuh sedemikian rupa, namun dikarenakan saat ini aku masih plin-plan dan bingung mengenai 5W1H untuk melanjutkan kuliah, ditambah lagi dengan kesempatan mendapatkan scholarship yang begitu terbatas dan harus melewati proses yang demikian rumit, maka jadilah saat ini diriku masih saja berada di sini. 
Mungkin perlu readers ketahui, saat aku masih SMA dulu, aku ingin sekali meneruskan kuliah ke Jepang. Dulu aku sangat menyukai bahasa negeri matahari ini, bahkan aku tak pernah mendapatkan nilai jelek di setiap ulangan maupun ujiannya. Yah, tapi mimpi tinggallah mimpi. Di saat sudah mengirimkan surat lamaran beasiswa ke Monbukagakushoo Scholarship, ternyata tidak ada mendapat feedback. Padahal secara eligibilitas, aplikasiku sudah memenuhi syarat. Well, ya sudahlah. Ambil positifnya aja, barangkali masih ada aplikasi yang lebih baik daripada punyaku.
Akhirnya daripada menunggu-nunggu hal yang tak pasti, aku pun mengambil kuliah jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Setidaknya waktu dan umurku tak terbuang sia-sia hanya karena menganggur demi menunggu pembukaan beasiswa lagi. Alasan mengapa mengambil kuliah jurusan Pendidikan bahasa Inggris, cuma sekedar mengasah kemampuan berbahasa asingku supaya nanti kalau memang mimpiku untuk kuliah di luar negeri terwujud, aku tak perlu gagap lagi untuk berbahasa asing. Hahaha. Lagi-lagi, untuk saat ini, semua itu masih sebatas mimpi!
Di sela-sela kuliah, terkadang aku merasa sedikit iri dengan dosen-dosenku. Maksud iri di sini mungkin lebih ke "how could they made those things?". Yaps, bagaimana tidak, mereka rata-rata mengambil S2 di luar negeri sedikit membuatku iri dan bertanya-tanya, apakah aku bisa seperti mereka? Kuliah di Belanda, USA, Australia... "Ahh, bikin iri aja" pikirku dalam hati sambil tertawa. Dan salahnya aku saat itu, dikarenakan aktivitas kuliahku yang sangat padat, aku jadi mengesampingkan mimpiku, dan hingga pada akhirnya aku memutuskan untuk merubah goal yang tadinya kuliah itu sambilan untuk apply beasiswa, sekarang aku harus fokus untuk menamatkan kuliah ini sebaik-baiknya. Ditambah lagi dengan kenyataan bahwa aku kuliah di universitas swasta, yang pada dasatnya selalu dianggap tidak lebih baik dari universitas-universitas negeri. Maka dari itu aku memutuskan untuk mendapatkan gelar Cumlaude di hari wisuda nanti. Setidaknya, meskipun aku hanya tamatan, kampus swasta, aku masih punya keunggulan lain yang bisa kubanggakan. Dan Alhamdulillah, akhirnya mimpiku itu terwujud. Di hari wisudaku, aku mendapatkan gelar cumlaude, ditambah dengan shocking surprise yaitu mendapatkan piagam penghargaan sebagai Lulusan Terbaik.
Yah, Not Bad... Setidaknya nilai plus yang kudapatkan ini bisa menjadi nilai jual untuk apply beasiswa S2 ke luar negeri. Hahahaha... Alhamdulillah...

Okay Readers, bukan maksudku untuk sombong, cuma bermaksud untuk share pengalaman yang mungkin bisa bermanfaat bagi semuanya, dan juga untuk membuktikan kepada kalian bahwa mewujudkan mimpi itu SANGAT TIDAK MUDAH..... Absolutely!

Well, i think that's all. Next post i will write about my next plan to reach my dream to study abroad.
See you!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar